Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Peternakan

3 Metode Penggemukan Sapi Potong

Ada tiga metode penggemukan atau cara pemberian pakan yang bisa dilakukan pada sapi potong. Ketiga metode ini bisa dilakukan sesuai dengan kondisi lingkungan di peternakan, target penggemukan sapi, dan kemampuan peternak. Simak uraiannya berikut ini. 1. Metode Penggembalaan ( Pasture Fattening ) Pada sistem ini, sapi digembalakan di padang rumput sepanjang hari. Sapi baru dimasukkan ke dalam kandang pada malam hari atau saat siang hari terlalu terik. Sapi hanya diberikan pakan hijauan berupa rumput, tanpa konsetrat sama sekali. Karena itu, untuk meningkatkan penggemukan sapi, peternak sebaiknya menanam tanaman legum, seperti lamtoro di padang rumput gembalaan sapi. Tanaman legum banyak mengandung protein dan mampu menambah hara yang dapat diserap tanaman. Metode ini dikenal relatif murah karena biaya pakan dan tenaga kerjanya lebih rendah. Namun, metode ini membutuhkan padang rumput yang relatif luas. Dengan metode ini, pertambahan bobot harian sapi juga tergolong lebih kecil, sehingga...

Kunci Sukses Beternak Sapi Potong

  Selain para calon peternak, para peternak sapi potong pun perlu mengetahui tip dan kunci sukses beternak sapi potong ini. Dengan begitu, calon peternak dan peternak sapi potong bisa meningkatkan pengetahuannya dalam beternak sapi potong.  1. Memperoleh Informasi atau Pengetahuan Mengenai Sapi Potong Sebelum Beternak Dapatkan informasi awal sebanyak-banyaknya mengenai beternak sapi potong sebelum mulai beternak. Ada banyak informasi yang perlu diketahui calon peternak sebelum mulai beternak sapi potong. Mulai cara atau teknik pemeliharaan sapi hingga wawasan mengenai pemasaran dan penjualan sapi. Selain itu, calon peternak juga harus bisa mengenali bibit sapi potong yang baik agar proses pemeliharaan bisa lebih optimal.  Hal ini bisa calon peternak peroleh dari berbagai sumber bacaan, dari buku, majalah, tabloid, artikel di internet, hingga akun atau komunitas di media sosial atau lingkungan sekitar.  Calon peternak juga bisa memperoleh pengetahuan dengan mengikuti ...

Budidaya Semut Rangrang: Atasi Fase Pejantan dengan 2 Cara ini

 Semut rangrang ( Oecophylla smaragdina ) banyak dibudidaya untuk diambil telurnya. Telur atau kroto ini banyak dimanfaatkan sebagai pakan burung kicauan. Dalam budidaya semut rangrang, ada yang dikenal dengan istilah "fase pejantan" pada budidaya semut rangrang. Fase pejantan merupakan kondisi saat populasi semut pejantan lebih banyak daripada biasanya. Saking banyaknya sehingga kerap kali menjadi penyebab berkurang atau habisnya sebuah koloni semut rangrang. Fase ini biasa terjadi saat transisi musim, baik dari musim hujan ke musim kemarau, maupun sebaliknya. Pejantan semut rangrang memiliki ciri fisik berwarna hitam dan bersayap dengan ukuran sedikit lebih kecil daripada semut prajurit.  Semut pejantan tidak "segalak" semut prajurit karena tidak menggigit. Semut pejantan bahkan dipelihara atau diberi pakan oleh semut prajurit dan semut perawat. Hal ini yang dipercaya menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah semut rangrang dalam satu koloni. Semut prajurit si...

3 Tips Memilih Sapi Bakalan Unggul

Setelah selesai hari raya Idul Adha dan semua ternak sapinya laku terjual, para peternak penggemukan sapi bisa kembali memulai usahanya dengan membeli bibit sapi potong. Agar proses penggemukan berjalan optimal, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah pemilihan sapi bakalan yang ingin digemukkan. Ada tiga tips yang dapat digunakan untuk memilih sapi bakalan unggul. 1. Memilih Jenis Sapi yang Tepat Ada banyak jenis sapi yang bisa kita temui. Setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan, baik sapi lokal maupun impor. Potensi pertambahan bobot badannya pun berbeda-beda, tergantung pada garis keturunannya. Bibit sapi lokal memiliki harga yang relatif lebih murah, tetapi pertambahan bobotnya hanya beriksar 0,6-0,8 kg/hari. Sementara itu, pertambahan bobot sapi impor 1,5-2 kg/hari, tetapi harga bakalannya relatif lebih mahal. Karena itu, banyak disarankan menggunakan bakalan sapi hasil persilangan. Sapi hasil persilangan umumnya masih memiliki sifat unggul dari indukannya. Sayangnya,...

4 Larva Serangga yang Digunakan Sebagai Pakan

Dalam satu siklus kehidupan, umumnya serangga memiliki fase berbentuk larva. Larva ini banyak dikenal dengan sebutan belatung, maggot, ataupun ulat. Beberapa jenis larva memiliki manfaat, terutama sebagai pakan ternak dan hewan hobi atau kesayangan. Ada empat jenis larva yang diketahui memiliki manfaat tersebut. 1. Ulat Hongkong Ulat hongkong merupakan larva dari serangga kumbang mealworm ( Tenebrio molitor ), spesies kumbang berwarna hitam. Serangga ini melewati empat tahap kehidupan dari telur, larva, kepompong, hingga kumbang dewasa. Larva biasanya berukuran sekitar 2,5 cm atau lebih. Siklus panen ulat hongkong sekitar 50 hari. Ulat hongkong memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga sangat bermanfaat sebagai pakan binatang peliharaan, seperti ikan louhan , burung kicauan, dan gecko. Harga ulat hongkong relatif terjangkau. Di marketplace, harganya berkisar dari Rp7.000-Rp10.000 setiap 50-100 gram pada bulan Juli 2021. 2. Ulat Jerman Ulat jerman merupakan larva dari kumbang...

Memperoleh, Mencari, dan Memancing Maggot Black Soldier Flies (BSF)

  Bagi yang berminat untuk budidaya maggot black soldier flies, tentu diperlukan maggotnya. Lalu, bagaimana dan di mana bisa memperoleh maggot BSF? Maggot BSF bisa dicari di tumpukan sampah organik atau memperoleh telurnya. Telur lalat ini bisa diperoleh dengan membeli atau mencari dari alam. Saat ini sudah banyak penjual telur, maggot, hingga olahan maggot BSF. Sementara itu, cara kedua adalah dengan mencari dari alam. Cara ini dilakukan dengan memancing lalat BSF untuk bertelur di tempat yang sudah disediakan terlebih dahulu. Berikut ini cara mempersiapkan bahan dan alatnya. 1. Siapkan wadah karung plastik, buah dan sayuran yang sudah agak membusuk, kotoran ayam, molase, air dan EM4. 2. Potong buah dan sayuran yang sudah busuk, lalu masukkan ke dalam karung plastik. Semprot permukaan tumpukan buah dan sayuran dengan larutan campuran molase, air, dan EM4. 3. Masukkan kotoran ayam yang sudah mengering ke dalam karung plastik. Semprot permukaan tumpukan kotoran ayam deng...

Budidaya Maggot Black Soldier Flies (BSF): Praktis dan Bisa di Lahan Sempit

  Budidaya maggot BSF bisa menjadi salah satu pendukung usaha peternakan yang sudah berjalan (sebagai pakan) atau usaha yang berdiri sendiri.  Budidaya maggot juga dikenal praktis dan tidak memakan banyak tempat sehingga bisa dilakukan di lahan terbatas. Lalu seperti apa budidaya maggot itu? Budidaya Maggot BSF Setelah memperoleh maggot BSF, dan menempatkannya di dalam wadah yang sudah berisi media atau pakanberupa buah atau sayur yang sudah membusuk. Maggot BSF yang diperoleh bisa dibesarkan menjadi lalat BSF sebagai indukan untuk menghasilkan telur BSF atau menjadi maggot yang lebih besar untuk kemudian dijual. 1. Pembesaran Maggot Untuk pembesaran ini, diperlukan modifikasi wadah maggot, yakni ramp atau landasan yang miring agar maggot bisa keluar dari wadah untuk berubah menjadi pupa. Di ujung ramp disediakan wadah agar maggot yang keluar bisa tertampung di wadah tersebut. Cara lainnya, bisa sediakan slang cucian yang sudah dilubangi. Ujung slang dimasukkan ke dalam wadah ...

Apa itu Maggot Black Soldier Flies (BSF)?

Banyak orang yang ternyata tidak mengetahui apa itu maggot BSF. Ada pula yang mengetahui apa itu maggot BSF, tetapi jijik, bahkan merinding melihatnya.  Perbedaan Maggot BSF dengan Lalat Hijau Maggot BSF berbeda dengan belatung serangga lainnya, seperti lalat rumah atau lalat hijau. Fisik belatung lalat hijau berwarna lebih putih dan bening berujung lancip, bentuknya agak bulat dan ukurannya tidak sampai sebesar maggot BSF. Sementara itu, maggot BSF berwarna kecokelatan. Saat berusia 10 hari, antara maggot bsf dan belatung lalat hijau besarnya hampir sama.  Maggot BSF bersifat lebih tenang, sedangkan belatung lalat hijau bersifat aktif dan lebih agresif. Belatung lalat hijau juga cenderung tidak betah di media ketika bercampur dengan maggot BSF dan berusaha memisahkan diri dengan meninggalkan media.  Cara berjalannya pun berbeda. Belatung lalat hijau juga cenderung berkeliaran dipermukaan media. Sedangkan maggot BSF senang berada di dalam media yang gelap terhindar d...