Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Urban Farming

Mengenal Komposter dan Beragam Tip Menggunakan Komposter

Bagi para pemerhati lingkungan dan hobiis yang gemar bertanam, terutama yang tinggal di perkotaan, istilah komposter mungkin sudah tidak asing. Komposter bisa didefnisikan sebagai wadah yang digunakan untuk menampung dan menyimpan sampah rumah tangga yang bisa didaur ulang.  Pada artikel kali ini, akan dibahas beragam tip seputar penggunaan komposter yang sudah dilakukan penulis. Jenis dan Keunggulan Komposter Desain dan bahan wadah komposter sangat beragam, tergantung pada kreativitas masing-masing orang. Ada dua jenis komposter yang umumnya banyak digunakan, yakni komposter aerob dan anaerob. Berikut ini perbedaan, kelebihan, dan kekurangan kedua komposter ini. Komposter Aerob Komposter Anaerob Ada ventilasi Tidak ada ventilasi Ada sejenis lalat dan (kemungkinan) belatungnya di dalam wadah. Tidak ada lalat buah dan belatungnya Lebih cepat terurai karena ada mikroorganisme yang membantu proses pengur...

Budi Daya Tanaman Hutan dengan Sistem Pertanian Hutan (Agroforestry)

Penanaman pohon hutan dengan sistem satu jenis pohon (monokultur) baru bisa dirasakan setelah pendapatannya setelah tujuh tahun. Karena itu, perlu ada penanaman dengan jenis tanaman lain ( agroforestry ). Dengan pola penanaman seperti ini, pembudidaya bisa memiliki penghasilan setiap tahun dan tidak bergantung hanya penghasilan dari budi daya tanaman kayu. Pola penanaman ini juga memiliki beragam manfaat lainnya yang tidak ternilai, seperti fungsi keindahan, fungsi perlindungan tata air, dan fungsi keseimbangan lingkungan hidup. Silviagrikultur Campuran budi daya tanaman pangan dengan tanaman hutan di satu lahan yang sama. Silvopastura Kombinasi penanaman tanaman hutan dengan tanaman pakan ternak di lahan yang sama. Contohnya, penanaman jati putih ( Gmelina arborea ) dikombinasikan dengan tanaman turi ( Sesbania glandifora ). Silvofiseri Kombinasi penanaman tanaman hutan dengan usaha perikanan di lahan yang sama. Contohnya, tambak air payau ikan nila di area tanaman sengon. ...

Cuan dari 6 Aplikasi Paling Populer Tukar Sampah Daur Ulang Menjadi Uang pada Tahun 2021

Jumlah sampah plastik, kertas, dan kardus terus menumpuk. Dari kertas yang sudah penuh tulisan, bekas bungkusan makanan, hingga paket barang yang dibeli secara online. Sampah-sampah semakin cepat menumpuk akibat lebih banyak beraktivitas di rumah selama pandemi. Jika dibuang begitu saja, tentu bisa mengganggu lingkungan. Padahal, jika "dibuang" dengan tepat, bisa menghasilkan cuan. Bagaimana caranya? Seiring dengan semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, berduyun-duyun orang berusaha mencari jalan keluar mengatasi limbah-limbah non-organik yang banyak dihasilkan, baik dari aktivitas rumah tangga maupun perkantoran. Salah satunya adalah mendaur ulang limbah-limbah tersebut menjadi produk baru yang bisa dimanfaatkan.  Didukung dengan kemajuan teknologi, saat ini sudah banyak aplikasi-aplikasi, baik di sistem android maupun IoS, yang menerapkan konsep menukarkan sampah menjadi uang. Dengan begitu, selain menjaga lingkungan dan memudahkan proses pengumpula...

5 Jenis Sistem Hidroponik yang Paling Banyak Digunakan

Secara umum, budidaya menggunakan sistem hidroponik merupakan cara menanam tanpa menggunakan tanah. Sistem hidroponik pada dasarnya menggunakan air sebagai sarana memberikan nutrisi dan menggunakan media tanam sebagai tempat tanaman tumbuh dan menopang tanaman. Media tanam yang biasanya digunakan pada sistem hidroponik di antaranya rockwool, cocopeat, sekam bakar, dan hidroton. Di Indonesia, tren hidroponik dipercaya diperkenalkan oleh Bob Sadino pada tahun 1982 yang membudidayakan tomat, terung, dan selada dengan hidroponik substrat menggunakan pasir pantai dan sungai. Seiring berkembangnya tren hidroponik di Indonesia, sudah banyak model dan jenis sistem hidroponik yang digunakan. Saat ini setidaknya ada 5 sistem hidroponik yang banyak digunakan, baik skala rumahan maupun skala bisnis. Berikut ini lima sistem yang dimaksud. 1. Sistem Sumbu (Wick System)  Sistem sumbu merupakan salah satu sistem paling sederhana dalam hidroponik. Selain praktis, sistem ini dikenal murah dan tidak ...

6 Tips Agar Tanaman Buah Rajin Berbuah

Bagi yang memiliki pekarangan atau halaman rumah, tentu ingin memanfaatkannya untuk sejumlah hal dan aktivitas. Salah satunya mengisi pekarangan dengan tanaman buah. Pilihan ini muncul karena biasanya pemilik rumah ingin tanaman yang bisa menghasilkan atau bisa dipanen, yakni buah.  Banyak jenis tanaman buah yang bisa ditanam di pekarangan rumah, baik yang ditanam langsung di tanah maupun menggunakan pot. Kedua metode ini memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan, pemilik rumah tinggal menentukan mana yang terbaik. Setelah memilih jenis tanaman buah dan memeliharanya, tentu ingin segera tanaman buahnya menghasilkan. Tanaman buah memiliki masa tanam yang lebih lama daripada tanaman sayur. Waktu untuk memanen dari tanaman buah juga sudah pasti lebih lama, bisa sampai 5—7 bulan setelah bunganya mekar. Namun, tidak perlu berkecil hati. Ada pula tanaman buah yang waktu panennya tergolong singkat, terhitung mingguan setelah bunganya mekar. Selain melihat waktu panen rata-rata dari...